Kamis, 06 Februari 2014

Bukit ke Tiga Belas

-Kali ini aku mau ngepost Cerpen favoritku semasa SD, judulnya “Bukit ke Tiga Belas”. Aku pertama kali membaca Cerpen ini sewaktu SD dulu, disaat aku berlangganan Majalah favoritku juga yaitu Majalah Bobo. Sampai sekarang setiap aku membaca ulang Cerpen “Bukit ke Tiga Belas”, terkadang tanpa sadar air mataku mengucur sendiri. Cerpen ini keren, dia punya daya tarik tersendiri dimataku. Yuk baca Cerpen "Bukit ke Tiga Belas dan temukan keseruannya-
 
Ajo tidak punya sepatu. Kepalanya dicukur gundul supaya tidak ada kutunya. Hidungnya ingusan. Pakaiannya usang. Setiap pagi, ia selalu berkelahi dengan saudara-saudaranya, berebut seragam sekolah. Bila menang, ia ke sekolah memakai baju seragam. Bila kalah, ia telanjang dada.
Ajo berumur delapan tahun. Ia tidak sabar untuk tumbuh dewasa. Ia ingin menjadi tentara. Pergi bertugas ke tempat-tempat yang jauh. Ajo sangat suka berkelana. Ia sering bolos sekolah untuk menjelajahi sungai-sungai dan bukit-bukit yang banyak terdapat di desa kami.
Ajo bilang, aku sahabatnya.
“Mengapa kau menganggapku demikian ?” tanyaku heran.
Ajo bilang, karena aku baik hati. Aku sering memberikan bekal makan siangku kepadanya. Sebenarnya, aku tidak sebaik itu. Setiap hari Ibu membuatkanku bekal makan siang yang berbeda. Kalau aku tak suka bekalku, kuberikan saja pada Ajo. Namun kalau aku suka, Ajo tidak kubagi. Aku jadi tidak enak karena Ajo menganggapku sahabat yang baik.
Aku menatap bolpoin logam kesayanganku, hadiah dari Ayah. Aku selalu menulis cerpen, pelajaran dan catatan harianku dengan bolpoin tersebut. Kuberikan bolpoint itu kepada Ajo, sebagai tanda persahabatan.
“Tapi ini bolpint kesayanganmu !” kata Ajo. “Aku tidak bisa menerimanya”.
“Kalau kau tidak mau, berarti kau bukan sahabtku” kataku.
Maka Ajo pun bersedia menerimanya.
Ada empat belas bukit di desaku. Ajo telah mendaki dua belas diantaranya. Kini Ajo hendak mendaki bukit yang ke tiga belas. Biasanya dia mendaki seorang diri. Namun kali ini ia mengajakku.
“Aku tidak mau bolos sekolah” tolakku.
“Kita akan mendaki hari Minggu”
“Tiga belas adalah angka sial”
“Kau anak pintar kata Ajo, “Kenapa masih percaya tahayul?”
Aku menatap Ajo. “Bagaimana aku bisa mendaki bukit dengan keadaan seperti ini?” tanyaku sedih. Aku sakit dan tidak mampu lagi berjalan. Aku harus memakai kursi roda.
“Aku akan menggendongmu” kata Ajo. “Sampai ke puncak!”.
“Ayah dan Ibuku tidak akan mengijinkan” kataku.
Sungguh di luar dugaan, ternyata kedua orang tuaku mengijinkan aku mendaki bersama Ajo. kami berangkat pada hari Minggu subuh. Ajo bilang, pemandangan di pagi hari lebih indah dari pada siang hari.
Ini adalah pendakian pertamanku. Dan mungkin satu-satunya pendakian yang kulakukan seumur hidupku.
“Bukit apa yang kita daki ini?”
Gunung Berjo” jawab Ajo.
“Berjo bukan gunung” sanggahku. “Tapi bukit”.
Aku membaca banyak buku tentang gunung. Dengan penuh semangat, kubagi pengetahuanku kepada Ajo, sahabatku. Kuterangkan tentang gunung-gunung terkenal di dunia. Kuceritakan tentang Danau Toba yang merupakan kawah gunung berapi purba. Kukisahkan tentang letusan gunung Krakatau yang abunya membuat langit mendung setahun lebih.
Sambil menyimak penjelasanku, Ajo terus mendaki. Aku digendongnya di punggung. Ia sangat kuat. Tidak sekalipun ia nampak kepayahan.
Akhirnya, kami tiba di puncak bukit. Ajo menurunkanku. Kami duduk di sebuah batu besar. Ajo benar. Pemandangan disini begitu indah. Matahari baru saja terbit. Warnanya merah teduh. Cahayanya kuning lembut. Rumah-rumah dan pohon-pohon tampak terbendar keemasan. Udara terasa dingin. Namun, segar dan bersih. Hatiku sangat bahagia. Aku berterima kasih pada Tuhan.
“Kau menangis!” seru Ajo panik. “Kau sakit? kau Sakit?”
“Tidak, tidak” jawabku menenangkan Ajo. “Aku bahagia” Ku tatap sahabatku. “Terima Kasih Ajo”.
Sebulan berlalu sejak hari itu. Kini aku dirawat di rumah sakit. Ini adalah ke empat kalinya aku dirawat disana. Aku ditemani Ibu. Ayah masih dikantor. Untuk mengusir kebosanan, aku menulis cerita. Saat itu, aku dikejutkan oleh bunyi ketukan di jendela kaca. Ternyata Ajo. Ia memanjat jendelaku yang berada di lantai dua. Ibu membuka jendela agar Ajo bisa masuk.
“Kanapa tidak lewat pintu?” tanya Ibu.
“Tidak bolah sama Satpam, Budhe” jawab Ajo.
“Ya jelas tidak boleh” kataku, “Ini kan bukan jam menjenguk pasien”.
“Pasien itu apa?”
“Orang sakit yang dirawat di rumah sakit” Seperti aku terangku.
Ibu menyuruh Ajo duduk di kursi di dekatku.
“Kamu sedang menulis apa?” Tanya Ajo.
“Cerita. Saat kita naik bukit dulu”
“Sudah selesai ?”
”Hampir” jawabku. “Kau yang menyelesaikannya, ya?”
“Kenapa aku?”
“Ini adalah cerita kita” terangku. “Jadi, ini ceritamu juga. Kau harus ikut bercerita…”
Namaku Ajo. Aku punya seorang sahabat. Namanya Hanum. Dia baik sekali padaku. Hanum sakit parah. Sangat parah. Tubuhnya jadi lemah. Lalu dia meninggal dunia.
Aku sedih sekali. Aku kehilangan seorang sahabat. Aku menangis saat pemakamannya. Aku menangis malam harinya. Aku menangis pagi harinya.
Lalu ayah dan ibu Hanum datang ke rumahku. Tapi, itu enam bulan sesudah Hanum meninggal. Jadi, aku tidak lagi menangis. Tapi, aku masih sedih.
Ayah dan Ibu Hanum berbincang-bincang dengan aku dan orang tuaku. Ayah dan ibu Hanum tidak punya anak lagi. Mereka ingin aku jadi anak angkat mereka. Aku bilang, aku mau. Ayah dan ibuku pun membolehkan.
Sekarang aku tinggal di rumah Hanum. Ayah dan ibu Hanum sangat sayang padaku. Aku sangat bahagia.
Inilah akhir dari ceritaku dan cerita Hanum. Aku sangat bahagia. Aku berdo’a, semoga Hanum pun berbahagia di alam sana.

Boyce Avenue


Boyce Avenue adalah sebuah band asal Florida dengan mengusung aliran akustik dan melodic rock. Band ini terdiri dari tiga bersaudara Alejandro Manzano, Fabian Manzano, dan Daniel Manzano. Boyce Avenue terbentuk tahun 2004, setelah Alejandro (vokalis, gitar, piano), Fabian (gitar, vokal) dan kakak tertuanya Daniel (bass, perkusi, vokal) menyelesaikan pendidikannya.
Bagi mereka bertiga, pendidikan adalah hal penting meskipun mereka telah menjadikan musik bagian dari kehidupan mereka. Untuk itu, setelah Daniel menyelesaikan pendidikannya di Havard Law School. Sang kakak memutuskan untuk bergabung membentuk formasi band dengan kedua adiknya yang tengah menyelesaikan pendidikan di University of Florida.
Di tahun 2007, mereka memutuskan untuk mempublikasikan ide bermusik mereka ke dunia. Mereka pun memulai debut pertamanya dengan meng-upload ke Youtube video lagu ciptaan sendirinya dan beberapa lagu penyanyi ternama yang telah diaransemen menjadi lagu akustik oleh mereka sendiri. Beberapa lagu pertama yang mereka bawakan secara akustik antara lain, "Love Stoned" by Justin Timberlake, "Umbrella" by Rihanna, "Viva La Vida" by Coldplay, dll.
Video yang mereka upload ke Youtube ternyata mendapat apresiasi yang positif. Terbukti dengan jumlah subscribers channel mereka yang mencapai angka 100.000 di tahun 2007 dan 2008. Video mereka pun ditonton kurang lebih sebanyak 165.000.000 views.
Seiring berjalannya waktu, semakin lama semakin banyak yang suka dengan Boyce Avenue ini. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk rekaman dan memproduksi album pertamanya. Dengan bermodal keyakinan dan mempertimbangkan online fans mereka yang jumlahnya bisa di bilang tidak sedikit, Boyce Avenue memulai show pertamanya di New York City pada bulan January 2009. Dan setelah mereka tampil, sebuah label industri musik tertarik untuk mengajaknya bergabung. Sejak saat itu, band mereka pun melakukan perjalanan show keliling dunia.
Di awal tahun 2009, Boyce Avenue tampil di hadapan 25.000 lebih fansnya di empat acara penting di Filiphina. Dan setelah sukses di Filiphina, band ini kembali ke United States untuk melakukan tour. Tiket konser mereka laku terjual habis di Boston, Washington D.C., dan San Francisco. Konser mereka pun berlanjut ke Eropa di tahun 2009. Mereka pun dinobatkan sebagai salah satu band dengan show terlaris di beberapa daerah, termaksud Germany dan United Kingdom.
Di penghujung 2009, Boyce Avenue berhasil merampungkan full album mereka di bawah naungan label bentukan mereka sendiri "3 Peace Rocord", tetapi mereka mendapat bantuan dari Universal Republic Record dalam pengerjaannya. Album mereka yang bertajuk "All We Have Left" akhirnya resmi rilis pada tanggal 15 Juni 2010 dengan single hits "Every Breath".
Terakhir, Boyce Avenue sibuk "international touring show" ke beberapa daerah antara lain, Kanada, Amerika Selatan, Australia, dan Asia (termaksud Indonesia).
-Berbagai Sumber-


Pinguin



Penguin atau pinguin (ordo Sphenisciformes, famili Spheniscidae) adalah hewan akuatik jenis burung yang tidak bisa terbang dan secara umum hidup di belahan Bumi selatan.
Di seluruh dunia terdapat 16 spesies penguin. Tergantung pada apakah dua spesies Eudyptula dihitung juga sebagai spesies. Walaupun seluruh jenis penguin awalnya berasal dari belahan bumi selatan, namun penguin tidak hanya ditemukan di daerah dingin atau di Antartika saja. Terdapat tiga spesies penguin yang hidup di daerah tropis. Salah satu spesies hidup di Kepulauan Galapagos (Penguin Galapagos) dan biasanya menyeberangi garis khatulistiwa untuk mencari makan.
Spesies penguin terbesar adalah Penguin Kaisar (Aptenodytes forsteri) dengan tinggi mencapai 1,1 meter dan berat 35 kilogram atau lebih.
Spesies penguin terkecil adalah Penguin Peri (Eudyptula Minor) dengan tinggi sekitar 40 cm dan berat satu kg. Secara umum, penguin yang berukuran besar lebih dapat mempertahankan suhu tubuhnya sehingga dapat bertahan di daerah dingin, sementara penguin yang berukuran lebih kecil biasanya ditemukan di daerah yang lebih hangat bahkan daerah tropis.
Umumnya penguin memakan krill (sejenis udang), ikan, cumi-cumi dan hewan air lainnya yang tertangkap ketika berenang di laut dengan paruhnya. Penguin dapat meminum air laut karena kelenjar supraorbital  pada tubuhnya menyaring kelebihan garam laut dari aliran darah. Garam ini lalu dikeluarkan dalam bentuk cairan lewat saluran pernapasan penguin.
Penguin terlihat tidak takut dengan kehadiran manusia. Mereka akan mendekat pada kelompok peneliti yang sedang mempelajari mereka.
Namun satu bentuk pertengkaran besar antar penguin akan terjadi jika seekor ibu penguin kehilangan anaknya (karena tidak bisa bertahan dalam badai besar atau dimakan oleh hewan pemangsa). Jika seekor anak hilang, maka ibu penguin akan "mencuri" seekor anak penguin dari ibu penguin yang lain. Tingkah laku ini menarik perhatian ilmuwan. Menariknya, penguin-penguin betina lain dalam kelompok penguin tersebut tidak menyukai "pencurian" ini dan akan menolong dan "membela" ibu penguin yang anaknya dicuri.
Tubuh penguin sangat sesuai untuk berenang dan hidup di air. Sayapnya merupakan pendayung dan tidak mampu untuk terbang. Di daratan penguin menggunakan ekor dan sayapnya untuk menjaga keseimbangan ketika berjalan.
Setiap penguin memiliki warna putih di sebelah dalam tubuhnya dan warna gelap (biasanya hitam) di sebelah luar tubuh. Hal ini berguna untuk kamuflase. Hewan pemangsa seperti singa laut dari dalam air akan sulit untuk melihat penguin karena perutnya yang berwarna putih bercampur dengan pantulan permukaan air laut. Sedangkan permukaan gelap pada punggungnya juga menyamarkan penguin dari pandangan hewan pemangsa di atas air.
Penguin mampu berenang dengan kecepatan 6 hingga 12 km/jam bahkan pernah tercatat hingga 27km/jam. Penguin yang berukuran kecil biasanya menyelam selama satu hingga dua menit dari permukaan air untuk menangkap makanan. Penguin yang berukuran lebih besar, yaitu penguin emperor bisa menyelam lebih dalam hingga 565 meter selama 20 menit.
-Berbagai Sumber-